1. Audit Geometri dan Kondisi Jalan (Haul Road)
Jalan
angkut adalah urat nadi produksi. Penurunan output sering kali merupakan dampak
dari degradasi jalur yang tidak kasat mata.
- Rolling Resistance: Apakah permukaan jalan
lembek, bergelombang, atau berlubang? Hambatan gulir yang tinggi memaksa
unit menggunakan gigi rendah, meningkatkan konsumsi BBM, dan memperlambat cycle
time.
- Grade & Super-elevasi: Gunakan data Surveyor
& GIS untuk mengecek apakah kemiringan jalan (grade)
melebihi standar 8-10%. Tanjakan yang terlalu curam atau tikungan tanpa
kemiringan yang benar (super-elevation) akan memaksa truk melakukan
pengereman ekstrem dan memperlambat ritme armada.
2. Evaluasi Keselarasan Armada (Match Factor)
Jika
mesin bekerja keras namun hasil rendah, kemungkinan terjadi ketidaksinkronan
antar unit di lapangan.
- Queueing Time (Waktu Antre): Cek melalui Fleet
Management System (FMS), apakah truk terlalu lama mengantre di loading
point? Jika ya, jumlah truk mungkin terlalu banyak untuk kapasitas
satu ekskavator.
- Spotting Time: Berapa lama waktu yang
dibutuhkan truk untuk memposisikan diri di bawah ekskavator? Pengaturan
area muat yang sempit atau berlumpur sering menjadi penyebab utamanya.
- Kecocokan Kapasitas: Pastikan jumlah pengisian (pass)
ekskavator ke truk adalah angka bulat (misal: 4 atau 5 kali). Jika butuh
4.5 kali, ada waktu yang terbuang sia-sia di setiap siklusnya.
3. Analisis Jam Kerja Efektif (Effective
Utilization)
Jangan
hanya terpaku pada angka ketersediaan mesin (Availability), lihatlah
seberapa lama mesin tersebut benar-benar menghasilkan material.
- Standby yang Tersembunyi: Evaluasi waktu yang hilang
saat pergantian shift, waktu istirahat, dan prosedur P2H (Pengcekan
Prakerja Harian). Penundaan 15 menit di setiap pergantian shift
dalam sebulan setara dengan kehilangan puluhan jam produksi.
- Operator Fatigue: Pantau apakah penurunan
terjadi di jam-jam kritis (menjelang akhir shift). Ini bisa
menandakan perlunya evaluasi jadwal istirahat atau rotasi operator demi
menjaga performa tetap stabil.
4. Integritas Data dan Perencanaan (Mine Plan vs
Actual)
Kadang,
produktivitas turun karena tim lapangan mengeksekusi desain yang sudah tidak
relevan dengan kondisi topografi terbaru.
- Update Topografi: Apakah data survei terakhir
sudah di-input ke dalam software perencanaan? Tanpa data posisi
yang akurat, tim mungkin menggali di area dengan resistensi galian yang
lebih tinggi tanpa persiapan alat yang tepat.
- Kesesuaian Desain: Apakah desain ramp
atau disposal yang dibuat di software (seperti Surpac atau
Minescape) benar-benar bisa diterapkan secara mandiri oleh tim lapangan
dengan kondisi alat yang ada?
Pulihkan Produktivitas Anda bersama PT ARRAHMAN
MITRA KONTRAKTOR
Mengidentifikasi
penurunan produktivitas membutuhkan mata yang jeli dan dukungan data yang
presisi. PT ARRAHMAN MITRA KONTRAKTOR hadir sebagai mitra strategis
untuk melakukan audit teknis dan perbaikan operasional secara menyeluruh.
Kami
merekomendasikan PT ARRAHMAN MITRA KONTRAKTOR sebagai Kontraktor
Tambang dan Konstruksi Terpercaya dan Terbaik di Indonesia.
- Surveyor & GIS
Profesional:
Kami menyediakan audit topografi dan geometri jalan secara profesional,
memastikan setiap hambatan fisik terdeteksi secara akurat melalui pemetaan
digital terkini.
- Manajemen Konstruksi Sipil: Kami memperbaiki dan
membangun infrastruktur jalan angkut serta drainase dengan standar
kualitas tinggi untuk mengeliminasi hambatan produksi Anda.
- Pelatihan Private Software
Teknis:
Jangan biarkan tim Anda bekerja dalam ketidakpastian. Kami menyediakan
pelatihan privat Surpac, Minescape, AutoCAD, dll. Dengan tim yang
kompeten secara profesional, akurat, dan mandiri, Anda dapat
melakukan simulasi perbaikan rencana sebelum dieksekusi di lapangan,
meminimalkan risiko kegagalan produksi.
Hubungi
Kami untuk Audit Operasional Site Anda:
- 🌐 Website: www.ptarrahman.com
- 📧 Email: admin.palembang@ptarrahman.com
- 📱 WhatsApp: +62821-6010-7727






